Makanan organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak namun juga bagi
lingkungan. Kesimpulan ini terungkap dari hasil penelitian terbaru Akademi Kesehatan Anak
Amerika (American Academy of Pediatrics/AAP) yang dirilis Senin
(22/10). Laporan AAP menyebutkan, produk organik berpotensi mengurangi
risiko infeksi bakteri pada anak-anak, terutama bakteri yang kebal terhadap
obat-obatan (drug resistant).
Produk-produk organik
memiliki kandungan vitamin, mineral, antioksidan, protein, lemak dan nutrisi
yang sama dengan produk-produk lain. Namun, kandungan pestisida dalam produk
organik lebih rendah dibanding produk konvensional. Hal ini akan memberikan
manfaat (kesehatan) yang signifikan bagi anak-anak.
Hewan yang
dikembangbiakkan dengan cara organik juga lebih tahan terhadap bakteri yang
kebal terhadap obat-obatan. Dalam pertanian atau peternakan organik, para
petani atau peternak berusaha menghindari penggunaan antibiotik. Hasilnya,
risiko produk hewan tercemar bakteri berbahaya semakin kecil.
Menurut peneliti AAP,
diperlukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui manfaat jangka panjang dari konsumsi
produk-produk organik.
“Yang terpenting bagi
anak-anak adalah menganjurkan mereka banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran,
padi-padian dan produk susu yang rendah lemak, baik yang organik maupun yang
non-organik. Makanan-makanan ini telah terbukti menyehatkan,” ujar Janet
Silverstein, ilmuwan dari AAP yang memimpin penelitian ini.
Salah satu kendala
keluarga mengonsumsi makanan organik adalah harganya yang lebih mahal. “Kami
tidak ingin keluarga berhenti mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan,
sayur dan susu rendah lemak hanya karena tidak mampu membeli produk organik,”
ujar Janet.
Laporan AAP berjudul
“Organic Foods: Health and Environmental Advantages and Disadvantages,” ini
akan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics bulan depan.
Dr. Joel Forman,
ilmuwan AAP yang turut menyusun laporan ini menyatakan, “Anak-anak – terutama
yang otaknya masih berkembang – sangat rentan terpengaruh bahan-bahan kimia.
Namun dampak jangka panjang pestisida terhadap kesehatan anak, masih perlu
diteliti lebih lanjut.”
Jika biaya yang
menjadi penghalang konsumsi makanan organik, Dr. Forman menyarankan agar
keluarga lebih cermat memilih bahan pangan. Menurut Dr. Forman, beberapa jenis
sayuran dan buah lokal cenderung memiliki kandungan pestisida yang lebih
rendah.
Laporan AAP juga
mencatat, motivasi masyarakat memilih produk organik, daging dan susu juga
dilandasi oleh alasan yang lebih besar. Tidak hanya alasan kesehatan namun juga
karena polusi dan perubahan iklim dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar